.:: Kopi Bikin Payudara Susut? ::.

15.43 Edit This 3 Comments »
WAHAI perempuan pecinta NGOPI, ada kabar mengejutkan untuk anda. Tiga cangkir kopi sehari, ternyata bisa bikin payudara menyusut.

Kabar ini terdengar mengada-ada.Namun,ini buah penelitian para ilmuwan.Sebanyak 300 wanita diteliti ukuran payudaranya.

Mereka juga ditanyai kebiasaan meminum kopi setiap harinya. Setelah diteliti, ternyata tiga cangkir kopi setiap hari mampu mengempeskan payudara. Hasil ini sekaligus menunjukkan keterkaitan, antara kecilnya ukuran payudara dengan pengonsumsi kopi tanpa mengesampingkan faktor gen.

"Tapi perempuan yang doyan NGOPI jangan takut. Jangan berpikir payudara Anda tiba-tiba akan hilang. Ini hanya ukuranya yang mengecil," jelas Helena Jernstroem, dosen sekaligus peneliti onkologi dari Universitas Lund di Swedia. Namun nilai susut tidak lantas mengubah ukuran bra.

"Ada dua pengukuran untuk menentukan besaran bra, ukuran cup dan ukuran lilitan. Pemakaiannya akan sulit mengetahui penyusutan ini," terangnya.

Bagaimanapun kaum Hawa jangan berkecil hati. Penelitian lain juga menunjukkan, kafein dapat mengurangi resiko kanker payudara. (Surya, Sabtu, 25 Oktober 2008)

TENTARA NASIONAL INDONESIA - Pendaftaran Mahasiswa Beasiswa TNI

00.54 Edit This 0 Comments »
http://tni.mil.id/

Jason Mraz - Im Yours

00.17 Edit This 0 Comments »
Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon its again my turn to win some or learn some

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find love love love
Listen to the music of the moment maybe sing with me
Ah, la peaceful melodys
It's your God-forsaken right to be loved love loved love love

So I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

I've been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
But my breath fogged up the glass
And so I drew a new face and laughed
I guess what I'm saying is there ain't no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It's what we aim to do
Our name is our virtue

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

Well no no, well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find love love love love
Listen to the music of the moment come and dance with me
ah, la one big family ([2nd time:] ah, la happy family)
It's your God-forsaken right to be loved love love love

I won't hesitate no more
Oh no more no more no more
It's your God-forsaken right to be loved, I'm sure
Theres no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

No I won't hesitate no more, no more
This cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours, I'm yours


Teb sedang suka lagu ini..sedang berusaha translate lyric nya juga..kayaknya bagus, sebagus lagunya..

[.....No Comment.....]

21.40 Edit This 1 Comment »
Jika..cintamu hanyalah untukku
Berikanlah semua rindumu
Jika harus mati ku karena mu
Asalkan cintamu denganku

Semua yang ada, pada dirimu
Membuat ku tak cintai yang lain
Semua yang ada, dihati mu
Yakinkan ku, memang engkaulah cintaku
Hanyalah dirimu..selamanya

sayang..hati ini telah bicara
Memilih kamu untuk cinta ku..

* TIPS SUKSES *

20.37 Edit This 0 Comments »
Ada beberapa tips sukses:
1. Berpikir secara menyeluruh (holistik) --> sikap dengan menyeluruh
2. 5 W (What, Who, When, Where, Why), + 1 H (How)
3. Memiliki 7 kebiasaan yang efektif:
     - Selalu berorientasi pada tujuan
     - Proaktif
     - Sinergi
     - Selalu mementingkan prioritas
     - Selalu mengutamakan win-win solution (ambil jalan tengah)
     - Memahami dulu sebelum memberi tanggapan
4. Meningkatkan kecepatan membaca
5. Selalu mengutamakan metode pemecahan masalah

Silakan mencoba.. Good Luck

.:: SPEEDY..Speed That You Can Trust ::.

22.09 Edit This 0 Comments »

Saya sebagai Telemarketing Telkom Speedy ingin mempromosikan speedy untuk warga Surabaya Timur, Mojokerto, Jombang. Kami mempunyai promo Free Abonemen 2 bulan (Agustus dan September) bulan Oktober - Desember diskon 50%. Free aktivasi juga. Hanya dikenakan biaya pembelian modem yang telah disubsidi dari Telkom sebesar Rp.150.000 dan Setting Rp.30.000. Total = Rp. 180.000,-. Modem telah menjadi milik pribadi.

Speedy mempunyai berbagai macam paket..diantaranya..

1. Speedy Time Based (Free aktivasi, biaya abonemen Rp. 200.000, Kuota : Download sepuasnya 50 jam/bulan).

2. Speedy Personal (Free aktivasi, biaya abonemen Rp. 200.000, Kuota : 1 Giga perbulan).

3. Speedy Profesional (Free aktivasi, biaya abonemen Rp.400.000, Kuota : 3 Giga perbulan).

4. Speedy Office (Free aktivasi, biaya abonemen Rp. 750.000, Kuota : unlimited 24 jam).

Jika berminat bisa hubungi saya melalui blog ini.

Untuk wilayah Mojokerto dan Jombang FREE MODEM, FREE 2 bulan, Oktober - Desember diskon 75%.

Semakin cepat anda memutuskan untuk bergabung, semakin cepat anda bisa menikmati fasilitasnya. Terima Kasih.

* Jangan Sepelekan Penyakit Dispepsia *

20.48 Edit This 2 Comments »

Sabtu tanggal 5 Juni 2oo8, Teb jenguk temen SMP (yang biasanya aku panggil Kk shi, dia memang sering sakit dan sudah 3x keluar masuk RS di Surabaya)..
Kk di diagnosis sakit dispepsia..
Wadugh..tu nama penyakit apa yagh? Dugaan awal ku sebagai orang awam, ni penyakit pasti karena kebanyakan mimik PEPSI..hahahaha
Sampai akhirnya aku mencari info tentang penyakit ini sekalian aku posting di blog, karena konon kata Cece Meli biasanya orang-orang suka mengabaikan penyakit ini..

Dispepsia, Gangguan Saluran Cerna
post info
Oleh toomymatsuda
Kategori: Health

DISPEPSIA, suatu sindrom yang mencerminkan gangguan gastrointestinal atau saluran cerna. Penyebabnya bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker gaster. Ada dua tipe yakni organik dan fungsional (dulu disebut nonorganik/DNU/Dispepsia nonnulcus).

Tipe fungsional ini tidak jelas penyebabnya. Kriteria diagnosisnya terdapat rasa nyeri dan tidak nyaman pada abdomen atas yang dapat menetap maupun hilang timbul selama setidaknya satu bulan.

Selain itu, tidak ditemukan kelainan organik pada pemeriksaan klinik, biokimia, ebdoskopi, mapun ultrasonografi. Berdasarkan gejala yang dominan, dispepsia fungsional dapat diklasifikasi lagi menjadi beberapa subgrup berdasarkan keluhan/gejala yang paling dominan.

Pertama, dispepsia dengan gejala seperti ulkus atau ulcer-like dyspepsia. Pasien memperlihatkan gejala seperti ulkus kronik. Gejala khasnya, nyeri terlokalisasi di epgastrium, sembuh setelah makan ataupun pemberian antasida, timbul sebelum makan ataupun ketika lapar. Pasien juga dapat terbangun di malam hari karena nyerinya. Nyeri ulcer-like dyspepsia timbul periodik dengan relaps dan remisi.

Kedua, dispepsia tipe dismotil (dismotiliti). Gejala karakteristiknya, rasa tidak nyaman yang diperburuk oleh makanan, rasa cepat kenyang, mual, muntah, dan kembung di abdomen atas. Ketiga, dispepsia nonspesifik atau campuran. Tipe ini timbul akibat kritik terhadap pembagian dispesia fungsional berdasarkan gejala yang dominan karena banyaknya laporan tumpang tindih gejala antarsubgrup.

Patogenesis

Teori patogenesis penyakit ini masih banyak yang kontroversial dan kontradiktif. Ada juga postulat yang mengatakan sensitivitas mukosa terhadap asam lambung mungkin dapat menimbulkan nyeri abdomen ataupun rasa tidak nyaman. Kelainan fungsi motori saluran cerna atas juga dipercaya merupakan salah satu patogenesis terjadinya dispesia fungsional.

Hasil penelitian memperlihatkan hipomotilitas antrum pilori pada 25-50 % pasien DNU, dan pengosongan lambung yang terlambat. Selain itu, reaksi inflamasi diperkirakan mengaktivasi reseptor ambang rangsang, sehingga stimulus fisiologis yang normal menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kurang lebih 50% pasien dengan dispesia fungsional melaporkan keluhan mereka berkaitan dengan makanan. Makanan dianggap memicu sekresi asam lambung. Kopi juga dapat memperberat dispepsia, namun apakah caranya dengan berfungsi sebagai iritan nonspesifik langsung ataupun dengan mempresipitasi refluks gastroduodenal masih belum jelas. Obat antiinfalmasi nonsteroid (OAINS)/ Obat pereda nyeri/rematik juga dapat menyebabkan gangguan gejala serupa. Hal ini berkaitan dengan dosis.

Infeksi Hp

Dari berbagai laporan kekerapan Helicobacter pylori (Hp) pada dispepsia fungsional sekitar 50% dan tidak berbeda makna dengan populasi Hp pada kelompok orang normal. Korelasi sebagai faktor penyebab masih banyak diperdebatkan, dan juga manfaat eradikasi Hp pada dispepsia fungsional. Dengan alat endoskopi saluran cerna pemeriksaan Hp dapat dilakukan biopsi. Hasil biopsi dengan pemeriksaan patologi anatomi pada pasien dispesia di RSUD Tugurejo didapatkan hasil 72% menunjukkan adanya infeksi Hp (Data unit endoskopi saluran cerna RSUD Tugurejo).

Diagnosis Banding

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat menjadi salah satu diagnosis banding. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri abdomen bagian atas epigastrum/uluhati yang dapat ataupun regurgitasi asam. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri abdomen (perut) yang rekuren, yang berhubungan dengan buang air besar (defekasi) yang tidak teratur dan perut kembung.

Kurang lebih sepertiga pasien dispepsia fungsional memperlihatkan gejala yang sama dengan IBS. Sehingga dokter harus selalu menanyakan pola defekasi kepada pasien untuk mengetahui apakah pasien menderita dispepsia fungsional atau IBS. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri abdomen atas yang hebat dan konstan. Biasanya menyebar ke belakang.

Obat-obatan juga dapat menyebabkan sindrom dispepsia, seperti suplemen besi atau kalium, digitalis, teofilin, antibiotik oral, terutama eritromisin dan ampisilin. Mengurangi dosis ataupun menghentikan pengobatan dapat mengurangi keluhan dispepsia. Penyakit psikiatrik juga dapat menjadi penyebab sindrom dispesia. Misalnya pada pasien gengan keluhan multisistem yang salah satunya adalah gejala di abdomen ternyata menderita depresi ataupun gangguan somatisasi. Gangguan pola makan juga tidak boleh dilupakan apalagi pada pasien usia remaja dengan penurunan berat badan yang signifikan.

Diabetes Mellitus (DM) dapat menyebabkan gastroparesis yang hebat sehingga timbul keluhan rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, mual, dan muntah. Lebih jauh diabetik radikulopati pada akar saraf thoraks dapat menyebabkan nyeri abdomen bagian atas. Gangguan metabolisme, seperti hipotiroid dan hiperkalsemia juga dapat menyebabkan nyeri abdomen bagian atas. Penyakit jantung iskemik kadang-kadang timbul bersamaan dengan gejala nyeri abdomen bagian atas yang diinduksi oleh aktivitas fisik.

Nyeri dinding abdomen yang dapat disebabkan oleh otot yang tegang, saraf yang tercepit, ataupun miositis dapat membingunkan dengan dispepsia fungsional. Cirinya terdapat tenderness terlokalisasi yang dengan palpasi akan menimbulkan rasa nyeri dan kelembekan tersebut tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan meregangkan otot-otot abdomen.

Peranan Endoskopi

Melihat banyaknya penyakit dasar yang bermanifestasi dalam bentuk keluhan dispepsia, diperlukan suatu perhatian pendekatan diagnostik yang baik. Terutama untuk menyingkirkan atau menegakkan penyebab yang dapat menimbulkan morbiditas yang berat bahkan kematian. Berbagai sarana penunjang dapat dipakai untuk mencari penyebab dispepsia. Selain keadaan klinik yang ditunjang pemeriksaan laboratorium dan radiologi, pemeriksaan endoskopi saluran cerna bagian atas memegang peran yang sangat penting.

Alat endoskopi saat ini dibuat semakin lentur/fleksibel dan diameter yang lebih kecil. Gambar yang dihasilkan makin baik memungkinkan pemeriksaan ini berlangsung dengan nyaman dan komplikasi yang sangat minim. Dari pengalaman pemeriksaan endoskopi 223 pasien (setelah evaluasi klinis lainnya) pada penderita dispepsia di RSUD Tugurejo Semarang 2003 didapatkan sekitar 80% adanya lesi organik di saluran cerna bagian atas. Hal ini jauh berbeda dengan data kepustakaan di luar negeri (30-40%).

Dengan alat edoskop ini dapat pula lakukan biopsi untuk pemeriksaan patologi dan menentukan ada/tidaknya kuman Hp. Perkembangan teknologi memungkinkan penggunaan endoskopi semakin luas, misalnya pengambilan polip, pengambilan benda asing yang tertelan, menghentikan perdarahan saluran cerna dan untuk pemberian nutrisi, ERCP (Endoskopi Retrograde Cholangio Pancreotorgraphi), Endoskopi ultrasonographi (USG Endoskopi) dan pengambilan batu saluran empedu.(Dr Jacobus Albert SpPD).